Laman

Selasa, 18 Desember 2012

Masa Lalu yang Terngiang



Hari apa ini? Sabtu bukan?




Hari ini aku melihat fotonya lagi tetapi dia adalah orang yang berbeda dari yang aku ceritakan sebelumnya. Dia adalah orang yang berkaca mata, pintar, manis, ganteng, perfec dan namanya adalah... Pengin tau aja apa pengin tau banget sih? Hehehe kan jadi engga rame kalau dikasih tahu sekarang ya kan?




Dia sekolahnya di SMP 2 BANDUNG yang cluster satu itu terus yang RSBI itu loh tau kan? Entah sejak kapan aku sudah melupakannya dahulu dia adalah orang yang nomor satu di dalam hati ku walau sebenarnya dulu aku juga menyukai sahabatnya mungkin aku lebih suka ke sahabatnya dahulu daripada ke dia. Tanpa sengaja aku melihat foto-fotonya dalam akun facebook dan setelah aku fikir fikir sebenarnya aku ini sudah melupakannya atau malah sebaliknya? Semua itu membuat ku bingung akan semua hal tentangnya.




Saat perpisahan sekolah dua tahun silam mungkin itu merupakan saat saat terakhir ku untuk bisa melihatnya tertawa dan bernyanyi bersama. Sekarang ia terlihat lebih menawan sama seperti dahulu. Saat ini aku hanya bisa berharap dan berdoa agar dapat dipertemukan kembali dengannya dan dapat bersatu dengannya seperti dahulu kala.



Aku merindukan mu Aria Nandhika Abby Kamandanu.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Music

Brown Eyed Soul:
  • My Story
  • My Everything
  • Nothing Better
4Men:
  • I Can't
  • Love Is
  • It Can't Be
  • U
Ini rekomendasi lagu-lagu (ver.Korea) yang bagus buat ngegalau.


Cahaya yang Hilang

Jangan takut pada kegelapan
Karena, dibalik kegelapan
Selalu ada seberkas cahaya yang menemani.

Hari ini benar-benar gelap, tak ada cahaya yang terlihat disekitar Ku. Disini tidak ada penerangan sedikitpun seperti dahulu, bagaimana ini? Sehingga kedua bola mata Ku harus membesarkan pupilnya agar dapat melihat keadaan dan situasi sekitar.

Tempat ini gelap dan sunyi. Aku hanya berjalan sendirian di lorong yang tak ada ujungnya. Waktu terus berjalan dan sampai detik ini aku pun masih belum menemukan ujungnya. Jujur saja aku bahkan tidak tahu tempat ini apa. Setahu ku tadi aku sedang berada didalam kelas dan orang yang sedang ku tunggu tak kunjung datang. Sepertinya aku baru saja terjatuh dan kepala ku terbentur sesuatu.

Hingga aku tersadar bahwa sesungguhnya aku sedang berjalan di lorong yang gelap ini untuk menemukan hati seseorang yang baru untuk menerangi hati ku.

Jumat, 12 Oktober 2012

Tentang Mu dan Kecemasan

Lagi dan lagi tak ada hentinya kau membuat ku khawatir

Dimana kau sebenarnya? 

Tak ada kabar, pesan, informasi mengenai dirumu mu.

Dimana kau? Cepat kemari.

Pagi hari aku menangis entah apa sebebnya, kau tentang hal itu? Tentu tidak, bahkan mungkin kau tidak akan pernah peduli tentang hal tersebut. Hari ini aku hanya terdiam membisu memandang lurus kedepan tanpa arah dan tujuan.

Tempat dimana biasanya aku selalu memerhatikan mu seperti hari hari biasa, hari ini kau tidak ada disana.Dimana kamu? Aku mencemaskan mu. 

Aku mendengar nyanyian, ada seseorang yang bernyanyi dan hal itu mengingatkan aku pada mu. Dan itu membuat ku menangis lagi dan lagi.

Siang hari. Matahri tapat berada di atas kepala ku. Aku mendengar sesuatu, tentang mu. Ya dirimu yang kini sedang mengikuti sebuah test diluar sana.

Disini aku hanya bisa berdoa semoga kau lulus dan berhasil.Good Luck my dear.



Kamis, 11 Oktober 2012

Senyuman

Gitar
Alat musik yang mengagumkan
Kau sedang memainkannya
Dihadapan semua orang termasuk aku

Jemari jemari indah dengan lincah berpindah kunci
Mangatur nada nada indah yang terdengar
Jamari jemari indah memetik sinar gitar
Satu persatu nada indah terdengar membuat sebuah lagu

Kau bernyanyi
Aku bernyanyi
Teman-teman bernyanyi
Semuanya, semuanya bernyanyi

Aku memperhatikan mu dalam diam
Kau terus bernyanyi dan bernyanyi dengan senyuman yang terlukis diwajah mu
Saat mata kita bertemu
Dan akhirnya kau memberikan senyum kepada ku

Terimakasih.

Sabtu, 29 September 2012

Masa Lalu


Hari ini mau nge post apa? Dari waktu itu kalau engga awan pasti angin atau engga seorang gadis. Apa ya? Beritahu aku lewat comment ya. Atau engga, gimana kalau kita berbagi cerita semasa SD. Mau ga?


Jadi begini, dulu semasa SD (Sekolah Dasar) aku itu selalu pindah-pindah, Jakarta, Bekasi, Cilegon, Bekasi, Bandung. Jika kau ingin tahu berapa kali aku pindah sekolah, aku pindah pindah SD sudah 6 kali sejauh pengetahuan ku cukup banyak bukan? Itu karna pekerjaan Ayah yang selalu berpindah-pindah tempatnya. Berkat sekolah yang sering berpindah pindah dan yah hasilnya juga rumah harus pindah, aku jadi mempunyai banyak teman. Walau karena waktu terus berjalan nama nama teman teman ku sedikit demi sedikit aku melupakannya tetapi aku selalu ingat dengan teman pertama ku yang namanya Ispan.


Dulu sewaktu kelas satu SD aku sekolah di Al-Amjad yang ada di Jakarta tepatnya di Kirai. Waktu dulu itu disana aku sering kali pergi kesekolah sendirian karna berhubung umah ku memang dekat dengan sekolah. Isapan, kau penasaran? Ya kalau engga juga gapapa karna aku tetap akan menceritakan siapa itu Ispan. Ispan itu teman dekatku waktu SD (kalau dipikir-pikir engga deket juga sih, temen biasa sebenernya) kalau dulu itu aku dipanggil Cicak sama Ispan karna berhubung nama panggilan ku ica (nama panggilan dari kakek) dia juga sering kalimeledekku jika aku menangis “Weits cicak kenapa tuh nangis? Pati juga nantinya ketawa. Habis nangis ketawa makan gula jawa.” Kata-kata seperti itulah yang kerab kali sering membuat ku tertawa setelah menangis dihadapannya entah apa sebabnya. Waktu gigiku tanggal ternyata gigi Ispan pun juga tanggal sama-sama yang gigi bagian bawah paliing depan lagi (jodoh kali ya hahaha ^^) tetapi berhubung waktu dulu aku lumayan suka dengan yang namanya sayur jadi gigi ku tumbuh lebih dulu darinya (sabar ya Ispan). Karna sering sekali kita bermain bersama dan juga kedua orang tua pun sudah saling kenal, aku sempat suka dengannya mungkin sekarang juga masih walaupun sudah delapan tahun lamanya kita tidak bertemu karena setelah kenaikan kelas satu SD waktu itu aku pindah ke Cilegon. Gimana perasaan aku? Adu kepo banget sih hahaha. Jelas sedih ya, tetapi namanya juga masa lalu mau digimanain lagi? Udah terjadi ya sudah tidak bisa diubah lagi. Mungkin ini memang takdir ku untuk hanya sebentar saja bertemu dengan Ispan.


Mmm... Apa lagi ya? Mungkin segitu dulu ya... nanti kapan-kapan aku ceritain lagi deh semasa aku sekolah di Bekasi ya.

Jumat, 21 September 2012

Luthfi

Wajah yang mendapat pencahayaan tambahan adalah orang yang aku maksud selama ini di setiap cerita yang aku post :)

Awal Baru


Hari ini sungguh menyenangkan. Kita bermain tanpa adanya rasa canggung diantara kita. Aku benar-benar bahagia saat ini, seharusnya aku melupakanmu dari dulu agar kita bisa sedekat sekarang ini sejak dulu.


Pulang sekolah nanti aku ingin kita bermain ditengah lapangan biru ditemani teriknya cahaya matahari yang menyengat sebagai saksi bahwa kita telah tertawa bersama, membuat sebuah ikatan pertemanan yang tak akan pernah terputuskan oleh ruang dan waktu. Aku benar-benar menyukai dirimu yang saat ini, yang selalu tertawa dihadapanku tanpa rasa malu, dan aku pun juga seperti itu.


Aku ucapakan terimkasih Mr.L, kau adalah inspirasiku untuk menulis semua cerita cerita yang ada didalam blog ini walau isi dari semua cerita ini menurut ku tentang rasa sakit yang aku terima saat menyayangimu


Gomawo.

Terimakasih

Berkat Move On dari kamu, hari ini aku benar-benar bisa merasakan kebebasan yang sesungguhnya, kebahagiaan yang luar biasa, walau awalnya aku mearasakan rasa sakit yang luar biasa.

Mulai sekarang mungkin aku akan berhenti memperhatikan gerak gerikmu dan mengeluarkan semua fikiran tentangmu dari otakku. 

Saat saat inilah yang aku tunggu sejak dahulu, sejak aku menyukaimu karena aku tahu sejak awal aku menyukaimu pasti tidak akan ada arti apa-apa, hanya ada sebuah kertas putih yang hanya tertulis sebuah judul ceritanya saja.

"Aku udah engga suka lagi," aku berteriak tepat saat orang tersebut ada dibelakangku sedang duduk terpaku dan menatap teman yang sedang aku ajak berbicara. Aku tak berani melihat sorot matanya, apa yang sedang orang tersebut rasakan saat ia mendengar hal tersebut keluar dari mulutku? Apa hatinya merasa sakit? Aku juga tidak tahu karna aku langsung pergi dari sisinya dan menjauh, terus menjauh.

Terimakasih atas semua kenangan kenangan yang menyenangkan dan juga menyakitkan. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih karna telah ada di dalam hidupku.

Kamis, 20 September 2012

Hati Sebuah Boneka


Gadis itu terdiam sejenak memandang sekeliling, tak ada satu orang pun yang ia lihat disini disebuah koridor yang sunyi dan gelap. Disini hanya ada dirinya dan banyangannya. Gadis itu ingin menangis dan juga tertawa. Gadis itu ingin berteriak dan diam tersenyum. Apa yang gadis itu lakukan? Akan kah gadis itu melakukan hal bodoh tersebut? Jawabannya adalah “Ya” .Gadis itu tertawa bersama hatinya dan juga menangis bersama hatinya. Satu demi satu air mata keluar dari sudut matanya dan sejenak gadis itu terdiam dan lalu tertawa. Apa yang sebenarnya dirasakan oleh gadis itu?


Gadis itu bertanya dengan hatinya. “Apa yang harus kulakukan? Apa menjadi orang yang menyayangi orang lain itu salah? Apa yang harus kulakukan?” gadis itu bertanya dengan hatinya dan air mata yang terus menerus mengalir tak henti di pipinya. Gadis itu berjalan entah kemana arahnya.


Sekarang gadis itu merasa seperti boneka, boneka yang sudah tidak mempunyai arti lagi bagi pemilik boneka tersebut. Mengapa begitu? Karna gadis itu merasa ia sedang dipermainkan oleh seseorang yang ia sayangi, yang ia tau orang tersebut tidak akan pernah menyayanginya. Ia terdiam menahan rasa sakit di hatinya. Saat ini ia hanya melukiskan sebuah senyuman kecil diwajahnya dan itu sangat menyakitkan, bahkan gadis itu sekarang ini sudah terlihat 50 tahun lebih tua dari usianya yang sekarang, karna gadis itu memang sudah lelah, lelah mengejar orang yang ia sayangi.

Pagi Datang dan Dia pun Datang

 Pagi datang.

Aku menghawatirkanmu. Aku selalu memperhatikan gerak gerikmu dari sini, kau berbeda, saat ini kau lemah tak berdaya. Aku ingin menangis agar kau tahu betapa khawatirnya aku, tapi tidak bisa. Aku ingin memelukmu agar kau merasa lebih baik tapi, tidak bisa. Apa yang harus ku lakukan? Beritahu aku?


Kau sakit. Wajahmu pucat dan itu membuatku takut. Aku tahu cahayamu redup, cahayamu sedang redup tapi kau tetap mamaksakannya untuk ikut. Mengikuti kegiatan yang melalahkan ini. Itulah dirimu salalu membuatku khawatir dengan segala tindakanmu, aku membenci semua yang kau lakukan itu. Tapi karna itulah alasan ku menyukaimu, karna kau selalu membuatku khawatir atas semua tindakan yang kau lakukan. Aku menyukaimu, lebih dari menyukaimu.


Beribu pertanyaan tersimpan dalam benakku tentangmu tanpa terucap satu katapun dari bibirku. “Apa kau baik-baik saja? Apa kau lelah? Mengapa kau harus melakukan semua ini? Berlari secepat mungkin yang kau bisa menuju garis finish. Harus kah kau melakukan semua itu? Apa yang terjadi denganmu saat ini? Aku benar-benar khawatir.” Aku hanya bisa menyimpan semua pertanyaan tentangmu dalam hati saja. Aku tak mempunyai kekuatan untuk menanyakan semua itu padamu, aku takut, takut apabila aku akan menangis terlebih dulu didepanmu sebelum sempat aku menanyakan beribu pertanyaan tersebut. Hingga akhirnya aku menyesal mengapa aku tidak menyakan semua hal tersebut? Kini aku melihat wajahmu lebih pucat dari sebelumnya dan saat itu juga aku ingin menangis dan berlari menjauhi kenyataan bahwa saat ini kau sedang sakit. Aku ingin berlari menjauh, hingga tak ada satupun orang yang dapat melihat ku menangis saat itu.


I’m so sorry my dear. I love you.

Diary Aisyah

Dear Diary,

How are you?

Udah sembuhkah jagoan bola ini? Masa cuma kerkol matem langsung sakit. Payah kamu! Sakit apa sih ini jagoan satu? Demam? Atau apa nih? Jangan bilang kalau kamu sebenernya engga sakit cuma bangun kesiangan HAHA. Semoga cepet sembuh ya ...

Mau aku beliin apa? buah? kue? atau obat?! HAHA.
Aku kira kamu telat fi. Jadi yah aku sih niatnya pagi engga akan ngebales pesan singkat dari kamu. Aku tahu tulisan yang barusan engga penting. Ngapain juga kamu bales pesan aku.

Ayo dong cepet sembuh biar besok bisa masuk Fi. Aku kangen ngeliat kamu maggil Anna terus kangen suara kamu juga. Pokoknya harus masuk, besok harus masuk !!! 

I miss you so much

Dengerin lagu 4Men - U nadanya lumayan enak loh (buat penggemar K-Pop)

Minggu, 16 September 2012

15/09/2012

Untuk Bunga atas kasih sayangnya

Untuk Awan atas harapannya

dan Untuk Angin sang inspirasi


Aku berdiam diri menunggunya di atas sini. Sudah sekian lama aku menyeyanginya tapi ia tak pernah membalasnya, ia hanya memberikan kepadaku motivasi untuk terus maju kedepan tanpa menengok kembali kebelakang. Awalnya aku ragu tapi setelah ia menuntunku kini aku memiliki keberanian untuk melangkah. Entah sudah berapa kali ia membantuku untuk bangkit setelah terjatuh dan merasakan rasa sakit, bisakah aku membalas semua kebaikanmu? Tapi bagaimana caranya? Beri tahu aku.


Walau sebenarnya ia tak membantuku sama sekali, sebenarnya ia hanya sebuah tiang penyangga di dalam benak hati kecil ini. Ia hanya sebuah penyemangat untuk diri ini. Ia hanya sebuah Angin yang menyejukkan dan memberikan inspirasi baru tanpa melakukan apapun untukku. Banyak yang bergantung dengannya terutama adalah gadis yang duduk dihadapanku. Gadis itu selalu bersamanya setiap waktu dan tak akan perpisah, aku iri dengannya. Gadis itu seperti memiliki hati yang putih dan dapat menenangkan bagaikan awan putih yang ada di langit biru.


Aku melihat mereka bertemu, tepat dihadapanku.


"Maaf sudah menunggu lama," kata Angin.

"Tidak apa. Karna aku akan selalu menunggumu untuk datang," balas Awan.

"Terimakasih," balas Angin


Aku hanya dapat menatap mereka berdua dalam diam. Bahkan tak ada yang menyadari keberadaanku disini, dihadapan mereka. Lalu aku beranjak pergi dan meninggalkan mereka berdua disana.


Selamat Tinggal :)

Sabtu, 15 September 2012

Pertemuan Singkat

Angin ada didepan matanya sekarang dan gadis itu bahagia. Apa yang akan dilakukan gadis itu? Tersenyum? Senang? Bukan ia berlari menjauhi angin. Mengapa? Karna gadis itu takut, takut terjebak dalam perangkap orang tersebut ia takut matanya bertemu dengan mata orang tersebut karna ia takut jatu cinta pada angin lagi dan lagi.

 

Ia berlari menjauh jauh dan jauh. Orang tersebut sudah tidak ada lagi dihadapannya sekarang hanyalah tinggal jiwa dan raganya tapi, hatinya memaksa ia untuk kembali, kembali ketempat asal yang ia tinggalkan dan gadis itu menurutinya dengan langkah gemetar ia mencoba untuk tenang.

 

Saat gadis itu tiba. Gadis itu tak melihat lagi sosok Angin tapi kenapa? saat gadis itu membutuhkan orang itu selalu tidak ada? apa ada yang salah?

"Kamu kemana?" Gadis itu tertatih, ia lemah dan rasa sakit sedang ia rasakan lagi. Bunga yang cantik sudah kuncup kembali dan pergi bersama rasa sakit akan kehilangan seseorang yang ia sukai.

Awan dan Angin

Gadis itu igin bergabung dengan mereka. Angin selalu bermain dan bergurau bersama dengan awan. Gadis itu hanya bisa melihat mereka berdua dengan diam membisu. Angin selalu memanggil awan saat angin membutuhkan bantuan dan awan selalu membantunya dengan senang hati.


Gadis itu selalu mekar saat angin mendekat dan melaluinya, tapi angin tak pernah manyadarinya. Bunga itu hanya bisa tersenyum saat angin mealuinya, gadis itu merasa malu untuk menyapanya. Sampai suatu hari gadis itu mendengar awan memanggil angin dan angin selalu memanggil awan. Bunga yang mekar itu selalu menutupi kesedihannya dan selalu menunjukkan senyuman. Gadis itu menghitung, menghitung berapa kali angin memanggil awan dan ia sekarang tahu seberapa penting awan untuk angin.

14/09/2012

Gadis itu takut akan angin. Ia sangat takut takut akan angin, angin akan menghancurkannya. Apabila ia sangat menyukai angin ia takut bila angin akan menghancurkannya suatu saat nanti. Ini adalah hal yang baru, pertama kali ia lakukan, menyukai sesuatu, sesuatu itu adalah sebuah kasih sayang terhadap seseorang. 

 

Gadis itu sangat ingin tahu darimana angin itu berasal, sudah sekian lama ia mencari dari mana angin itu berasal tetapi tetap saja ia tidak bisa menemukannya, gadis tersebut sudah hampir putus asa saat gadis itu tersesat. Saat ia mekar di pagi hari ia selalu menunggu kedatangannya, kedatangan angin.  Gadis itu adalah sebuah bunga yang cantik, secantik sinar matahari pagi.

 

Saat malam berganti pagi ia hancur, dihancurkan oleh angin. Angin menghembuskannya sampai ia terjatuh, rusak, dan merasakan rasa sakit yang menusuk tetapi gadis itu tetap bertahan untuk manyayanginya. Gadis itu begitu bodoh, bagaimana bisa ia menyukai angin yang suatu saat akan menghancurkannya lagi? Gadis itu selalu menyebut namanya lagi dan lagi tetapi ia tak muncul, ia tahu ini akan terjadi padanya, ia tak menyangka bahwa sekarang hal itu terjadi saat ini. Menyayangi seseorang yang ia tau seseorang tersebut tidak akan pernah menyayanginya.