Laman

Minggu, 16 September 2012

15/09/2012

Untuk Bunga atas kasih sayangnya

Untuk Awan atas harapannya

dan Untuk Angin sang inspirasi


Aku berdiam diri menunggunya di atas sini. Sudah sekian lama aku menyeyanginya tapi ia tak pernah membalasnya, ia hanya memberikan kepadaku motivasi untuk terus maju kedepan tanpa menengok kembali kebelakang. Awalnya aku ragu tapi setelah ia menuntunku kini aku memiliki keberanian untuk melangkah. Entah sudah berapa kali ia membantuku untuk bangkit setelah terjatuh dan merasakan rasa sakit, bisakah aku membalas semua kebaikanmu? Tapi bagaimana caranya? Beri tahu aku.


Walau sebenarnya ia tak membantuku sama sekali, sebenarnya ia hanya sebuah tiang penyangga di dalam benak hati kecil ini. Ia hanya sebuah penyemangat untuk diri ini. Ia hanya sebuah Angin yang menyejukkan dan memberikan inspirasi baru tanpa melakukan apapun untukku. Banyak yang bergantung dengannya terutama adalah gadis yang duduk dihadapanku. Gadis itu selalu bersamanya setiap waktu dan tak akan perpisah, aku iri dengannya. Gadis itu seperti memiliki hati yang putih dan dapat menenangkan bagaikan awan putih yang ada di langit biru.


Aku melihat mereka bertemu, tepat dihadapanku.


"Maaf sudah menunggu lama," kata Angin.

"Tidak apa. Karna aku akan selalu menunggumu untuk datang," balas Awan.

"Terimakasih," balas Angin


Aku hanya dapat menatap mereka berdua dalam diam. Bahkan tak ada yang menyadari keberadaanku disini, dihadapan mereka. Lalu aku beranjak pergi dan meninggalkan mereka berdua disana.


Selamat Tinggal :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagi yang sudah membaca, tolong berikan saran dan kritiknya ya tentang tulisan di blog ini. Terimakasih