Laman

Kamis, 20 September 2012

Hati Sebuah Boneka


Gadis itu terdiam sejenak memandang sekeliling, tak ada satu orang pun yang ia lihat disini disebuah koridor yang sunyi dan gelap. Disini hanya ada dirinya dan banyangannya. Gadis itu ingin menangis dan juga tertawa. Gadis itu ingin berteriak dan diam tersenyum. Apa yang gadis itu lakukan? Akan kah gadis itu melakukan hal bodoh tersebut? Jawabannya adalah “Ya” .Gadis itu tertawa bersama hatinya dan juga menangis bersama hatinya. Satu demi satu air mata keluar dari sudut matanya dan sejenak gadis itu terdiam dan lalu tertawa. Apa yang sebenarnya dirasakan oleh gadis itu?


Gadis itu bertanya dengan hatinya. “Apa yang harus kulakukan? Apa menjadi orang yang menyayangi orang lain itu salah? Apa yang harus kulakukan?” gadis itu bertanya dengan hatinya dan air mata yang terus menerus mengalir tak henti di pipinya. Gadis itu berjalan entah kemana arahnya.


Sekarang gadis itu merasa seperti boneka, boneka yang sudah tidak mempunyai arti lagi bagi pemilik boneka tersebut. Mengapa begitu? Karna gadis itu merasa ia sedang dipermainkan oleh seseorang yang ia sayangi, yang ia tau orang tersebut tidak akan pernah menyayanginya. Ia terdiam menahan rasa sakit di hatinya. Saat ini ia hanya melukiskan sebuah senyuman kecil diwajahnya dan itu sangat menyakitkan, bahkan gadis itu sekarang ini sudah terlihat 50 tahun lebih tua dari usianya yang sekarang, karna gadis itu memang sudah lelah, lelah mengejar orang yang ia sayangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagi yang sudah membaca, tolong berikan saran dan kritiknya ya tentang tulisan di blog ini. Terimakasih