Gadis itu terdiam sejenak memandang
sekeliling, tak ada satu orang pun yang ia lihat disini disebuah koridor yang
sunyi dan gelap. Disini hanya ada dirinya dan banyangannya. Gadis itu ingin
menangis dan juga tertawa. Gadis itu ingin berteriak dan diam tersenyum. Apa
yang gadis itu lakukan? Akan kah gadis itu melakukan hal bodoh tersebut?
Jawabannya adalah “Ya” .Gadis itu tertawa bersama hatinya dan juga menangis
bersama hatinya. Satu demi satu air mata keluar dari sudut matanya dan sejenak
gadis itu terdiam dan lalu tertawa. Apa yang sebenarnya dirasakan oleh gadis
itu?
Gadis itu bertanya dengan
hatinya. “Apa yang harus kulakukan? Apa menjadi orang yang menyayangi orang
lain itu salah? Apa yang harus kulakukan?” gadis itu bertanya dengan hatinya
dan air mata yang terus menerus mengalir tak henti di pipinya. Gadis itu
berjalan entah kemana arahnya.
Sekarang gadis itu merasa seperti
boneka, boneka yang sudah tidak mempunyai arti lagi bagi pemilik boneka
tersebut. Mengapa begitu? Karna gadis itu merasa ia sedang dipermainkan oleh
seseorang yang ia sayangi, yang ia tau orang tersebut tidak akan pernah
menyayanginya. Ia terdiam menahan rasa sakit di hatinya. Saat ini ia hanya
melukiskan sebuah senyuman kecil diwajahnya dan itu sangat menyakitkan, bahkan
gadis itu sekarang ini sudah terlihat 50 tahun lebih tua dari usianya yang
sekarang, karna gadis itu memang sudah lelah, lelah mengejar orang yang ia
sayangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagi yang sudah membaca, tolong berikan saran dan kritiknya ya tentang tulisan di blog ini. Terimakasih