Laman

Kamis, 20 September 2012

Pagi Datang dan Dia pun Datang

 Pagi datang.

Aku menghawatirkanmu. Aku selalu memperhatikan gerak gerikmu dari sini, kau berbeda, saat ini kau lemah tak berdaya. Aku ingin menangis agar kau tahu betapa khawatirnya aku, tapi tidak bisa. Aku ingin memelukmu agar kau merasa lebih baik tapi, tidak bisa. Apa yang harus ku lakukan? Beritahu aku?


Kau sakit. Wajahmu pucat dan itu membuatku takut. Aku tahu cahayamu redup, cahayamu sedang redup tapi kau tetap mamaksakannya untuk ikut. Mengikuti kegiatan yang melalahkan ini. Itulah dirimu salalu membuatku khawatir dengan segala tindakanmu, aku membenci semua yang kau lakukan itu. Tapi karna itulah alasan ku menyukaimu, karna kau selalu membuatku khawatir atas semua tindakan yang kau lakukan. Aku menyukaimu, lebih dari menyukaimu.


Beribu pertanyaan tersimpan dalam benakku tentangmu tanpa terucap satu katapun dari bibirku. “Apa kau baik-baik saja? Apa kau lelah? Mengapa kau harus melakukan semua ini? Berlari secepat mungkin yang kau bisa menuju garis finish. Harus kah kau melakukan semua itu? Apa yang terjadi denganmu saat ini? Aku benar-benar khawatir.” Aku hanya bisa menyimpan semua pertanyaan tentangmu dalam hati saja. Aku tak mempunyai kekuatan untuk menanyakan semua itu padamu, aku takut, takut apabila aku akan menangis terlebih dulu didepanmu sebelum sempat aku menanyakan beribu pertanyaan tersebut. Hingga akhirnya aku menyesal mengapa aku tidak menyakan semua hal tersebut? Kini aku melihat wajahmu lebih pucat dari sebelumnya dan saat itu juga aku ingin menangis dan berlari menjauhi kenyataan bahwa saat ini kau sedang sakit. Aku ingin berlari menjauh, hingga tak ada satupun orang yang dapat melihat ku menangis saat itu.


I’m so sorry my dear. I love you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagi yang sudah membaca, tolong berikan saran dan kritiknya ya tentang tulisan di blog ini. Terimakasih