Pagi datang.
Aku menghawatirkanmu. Aku selalu
memperhatikan gerak gerikmu dari sini, kau berbeda, saat ini kau lemah tak
berdaya. Aku ingin menangis agar kau tahu betapa khawatirnya aku, tapi tidak
bisa. Aku ingin memelukmu agar kau merasa lebih baik tapi, tidak bisa. Apa yang
harus ku lakukan? Beritahu aku?
Kau sakit. Wajahmu pucat dan itu
membuatku takut. Aku tahu cahayamu redup, cahayamu sedang redup tapi kau tetap
mamaksakannya untuk ikut. Mengikuti kegiatan yang melalahkan ini. Itulah dirimu
salalu membuatku khawatir dengan segala tindakanmu, aku membenci semua yang kau
lakukan itu. Tapi karna itulah alasan ku menyukaimu, karna kau selalu membuatku
khawatir atas semua tindakan yang kau lakukan. Aku menyukaimu, lebih dari
menyukaimu.
Beribu pertanyaan tersimpan dalam
benakku tentangmu tanpa terucap satu katapun dari bibirku. “Apa kau baik-baik
saja? Apa kau lelah? Mengapa kau harus melakukan semua ini? Berlari secepat
mungkin yang kau bisa menuju garis finish.
Harus kah kau melakukan semua itu? Apa yang terjadi denganmu saat ini? Aku
benar-benar khawatir.” Aku hanya bisa menyimpan semua pertanyaan tentangmu
dalam hati saja. Aku tak mempunyai kekuatan untuk menanyakan semua itu padamu,
aku takut, takut apabila aku akan menangis terlebih dulu didepanmu sebelum
sempat aku menanyakan beribu pertanyaan tersebut. Hingga akhirnya aku menyesal
mengapa aku tidak menyakan semua hal tersebut? Kini aku melihat wajahmu lebih
pucat dari sebelumnya dan saat itu juga aku ingin menangis dan berlari menjauhi
kenyataan bahwa saat ini kau sedang sakit. Aku ingin berlari menjauh, hingga
tak ada satupun orang yang dapat melihat ku menangis saat itu.
I’m so sorry my dear. I love you.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagi yang sudah membaca, tolong berikan saran dan kritiknya ya tentang tulisan di blog ini. Terimakasih